Analisis Komparasi Ketrampilan Inferensi Peserta Didik Ditinjau dari Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving dengan Pendekatan Saintifik pada Pembelajaran IPA

  • Rifqi Zahro IAIN Ponorogo
  • Faninda Novika Pertiwi IAIN Ponorogo
Keywords: Keterampilan Inferensi; Problem solving; Pendekatan saintifik;

Abstract

Keterampilan inferensi adalah deduksi sementara dari suatu fenomena setelah proses pengumpulan data, dan kegiatan interpretasi data dari informasi yang dikumpulkan, keterampilan inferensi memiliki peran penting bagi peserta didik dalam pembelajaran serta dalam menghadapi fenomena kehidupan sehari-hari. Model pembelajaran masalah kemudian dipilih dengan pendekatan saintifik untuk membandingkan keterampilan peserta didik dengan kelas yang menggunakan model pembelajaran masalah dengan pendekatan saintifik pada kelas yang menggunakan model pembelajaran konvensional. Penelitian dilaksanakan di SMP ma 'arif 1 ponorogo tahun 2019/2020. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan pengumpulan data melalui tes tertulis. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif dan statistik inferensial menggunakan tes yang sebelumnya telah diuji pada prasyarat. Berdasarkan uji t diperoleh nilai 3,028> dari t tabel sebesar 2,079 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan inferensi siswa antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima serta terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas yang menggunakan metode pembelajaran problem solving dengan pendekatan saintifis pada kelas yang menggunakan model diseminasi konvensional.

References

Ali, M. (1987). Penelitian Kependidikan: Prosedur dan Strategi. Bandung, Angkasa

Aliwanto. (2017). Analisis Aktivitas Belajar Siswa. Jurnal Konseling GUSJIGAN, 01

Anam, K. (2017). Analisis Implementasi Pendekatan Saintifik Terhadap Pembelajaran Penjasorkes Kelas X SMA Negeri 1 Minggir. Pendidikan Jasmani Kesehatan Dan Rekreasi, 6(12).

Arif, A. 2002. Pengantar Ilmu dan Metodelogi Pendidikan Islam. Jakarta: Ciputat Pers.

Firdaos, R. (2017). Metode Pengembangan Instrumen Pengukur Kecerdasan Spiritual Mahasiswa. Edukasia: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 11(2), 377–398.

Hartini, E. M., Kusasi, M., & Iriani, R. (2017). Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Dan Hasil Belajar Melalui Model Problem Solving Dengan Pendekatan Saintifik Pada Materi Hidrolisis Garam. JCAE (Journal of Chemistry And Education), 1(1), 37–45.

Hidayat, B., Indriani, F., & Aziz, M. (2016). IMPLEMENTASI INDEPENDENT T-TEST PADA APLIKASI PEMBELAJARAN MULTIMEDIA RAGAM DAN GERAK SENI TARI DAERAH KALIMANTAN SELATAN. KLIK-KUMPULAN JURNAL ILMU KOMPUTER, 2(1), 11–21.

Ilyana, N., Khaeruman, K., & Hulyadi, H. (2015). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Solving Dengan Pendekatan Saintifik Terhadap Keterampilan Proses Sains Dan Pemahaman Konsep Siswa Pada Materi Hidrolisis Garam. Hydrogen: Jurnal Kependidikan Kimia, 3(1), 247–252.

Istiqomah, I. Q., Nina Kadaritna, N. K., & TE Efkar, T. (2017). Efektivitas LKS Berbasis Problem Solving dalam Meningkatkan Keterampilan Memprediksi dan Inferensi. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Kimia, 6(2), 387–399.

Jaya, A. A., Rudibyani, R. B., & Efkar, T. (2013). Peningkatan Keterampilan Inferensi Dan Penguasaan Konsep Melalui Model Inkuiri Terbimbing. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Kimia, 2(3).

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Ilmu Pengetahuan Alam. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud: Jakarta.

Marjan, J., Arnyana, P. I. B., & Setiawan, N. (2014). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Dengan Teknik Whole Brain Teaching Materi Bangun Ruang Sisi Lengkung Pada Siswa Kelas X SMA. e-Journal Program Pascasarjana Universitas Pendidikan Ganesha. Volume (4).

Narbuko, C., & Achmadi, A. (2013). Metodologi Penelitian. Jakarta: Bumi Aksara.

Nessinta, N. (2010). Penerapan Metode Problem Solving Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Materi Pokok Asam Basa (PTK Kelas XI IPA 4 SMANegeri 10 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2009-2010). Skripsi. FKIP Universitas Lampung. Bandar Lampung: Tidak Diterbitkan.

Nugroho, D. A. (2019). Pengembangan perangkat pembelajaran geometri dengan mengadaptasi model CORE untuk meningkatkan efikasi diri. Jurnal Riset Pendidikan Matematika, 6(1), 39–52.

Nuraini, H. (2017). Penggunaan Metode Inquiry Untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains Siswa Sekolah Dasar. Intiqad: Jurnal Agama Dan Pendidikan Islam, 8(2), 16–31.

Pinahayu, E. A. R. (2017). Problematika penerapan model pembelajaran problem solving pada pelajaran matematika SMP di Brebes. Jurnal Penelitian Pendidikan Matematika, 1(1), 77–85.

Putra, A. S. (2016). PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL CERITA TENTANG PECAHAN PADA SISWA KELAS V SDN 1 KRAKAL TAHUN AJARAN 2015/2016. KALAM CENDEKIA PGSD KEBUMEN, 4(6.1).

Rita, P. (2014). Pembelajaran SMP Menurut Kurikulum 2013, 1.

Safitri, N., Rosilawati, I., & Kadaritna, N. (2013). ANALISIS KETERAMPILAN KLASIFIKASI DAN INFERENSI MELALUI PENERAPAN MODEL PROBLEM SOLVING. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Kimia, 2(1).

Salimah, S. (2016). Penerapan strategi pembelajaran problem solving terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kritis peserta didik pada materi pesawat sederhana Kelas VIII Semester II MTsN 2 Palangka Raya Tahun Pelajaran 2014/2015. IAIN Palangka Raya.

Sangaji, E. M. & Sopiah (2010). Metodologi Penelitian Pendekatan Praktis dalam Penelitian Yogjakarta: Andi Offset.

Saputri, G. E., Kadaritna, N., & Efkar, T. (2013). Peningkatan Keterampilan Prediksi Dan Inferensi Menggunakan Model Pembelajaran Problem Solving. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Kimia, 2(1).

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif . Yogyakarta: Graha Ilmu,

Somantri, A. & Muhidin, S. A. (2006). Aplikasi Statistika dalam Penelitian. Bandung: CV Pustaka Setia

Sri, P. (2013). KETERAMPILAN MENGELOMPOKKAN DAN INFERENSI SISWA PADA MATERI REDOKS DI SMA. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Kimia, 3(3).

Sufairoh, S. (2017). Pendekatan Saintifik dan Model Pembelajaran K-13. Jurnal Pendidikan Profesional, 5(3).

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sulastri, S., & Pertiwi, F. N. (2020). Problem Based Learning Model Through Constextual Approach Related With Science Problem Solving Ability of Junior High School Students. INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal, 1(1), 50. https://doi.org/10.21154/insecta.v1i1.2059

Trianto, T. (2010). Model pembelajaran terpadu. Jakarta: Bumi Aksara.

Umryaty, T., & Uliyanti, E. (2012). Meningkatkan Keterampilan Proses melalui Metode Eksperimen dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Kelas IV SD. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 2(2).

Undang-Undang Dasar No. 20 Tahun 2003.

W. Gulo. (2002). Stategi Belajar Mengajar. Jakarta: Gramedia Widiasarana.

Wafi, U. H., & Arif, S. (2020). The Effect Of The Application Of The Guided Inquiry Model With The Problem Solving Approach On Students ’Observation Skills In Additive And Addictive Materials. INSECTA: Integrative Science Education and Teaching Activity Journal, 1(2), 143–154. https://doi.org/10.21154/insecta.v1i2.2393

Wahidmurni. (2017). Penerapan Metode Penelitian Kuantitatif, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Wati, D. E. (2016). Penerapan Model Pembelajaran Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Inferensi dan mengkomunikasikan Peserta Didik pada Materi Larutan Penyangga. Jurnal Pendididkan Kimia, 3.

Widiyana, D. (2013). Pengaruh Model Pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, And Satisfaction) Terhadap Peningkatan Hasil Belajar KKPI Pada Siswa Kelas X SMK Negeri 1 Pedan. Eprints Universitas Negeri Yogyakarta.

Wulansari, A. D. (2016). Aplikasi Statistika Parametrik dalam Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Felicha.

Yusup, F. (2018). Uji Validitas Dan Reliabilitas Instrumen Penelitian Kuantitatif. Jurnal Tarbiyah: Jurnal Ilmiah Kependidikan, 1.

Published
2021-03-22
Section
Articles